KPU Kota SUrabaya mengundang lembaga yang berminat memantau pemilu kepala daerah Kota SUrabaya untuk mendaftarkan diri. Sampai saat ini, baru Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) mendaftar ke KPU. Anggota KPU Kota SUrabaya Edward Dewaruci mengatakan, sebenarnya ada beberapa lembaga pemantau yang terdata oleh KPU Kota SUrabaya. KPU Kota SUrabaya mencatat Forum Pemantau Pemilu Independen (foppin), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Forum Rektor, dan KIPP memantau pemilihan Wali Kota Surabaya 2005. "KPU membuka pendaftaran Januari lalu. Tetapi, hanya satu lembaga mendaftar," ujarnya. Memang keberadaan satu pemantau itu tidak menghalani pemilukada Kota SUrabaya. Seluruh tahapan bisa tetap dijalankan, meski hanya ada satu pemantau. "Sebenarnya pemantauan lebih untuk kepentingan tolok ukur apakah pemilu kepala daerah sudah jujur dan adil," ujarnya.
INFO BUAT KPU Sekalipun ketua DPRD Surabaya meragukan kesiapan KPU Surabaya menggelar Ulang,Jangan Sakit Hati Biarlah Anjing Menggonggong KPU-PPK-PPS dan KPPS Tetap all out, Tgl. 24 Juli 2010 PPK T.Mejoyo mengadakan Raker dan Tgl 25 Juli 2010 Pelantikan dan Bimtek KPPS. Semoga Sukses Salam, Cak Nur
Berharap agar seluruh warga Surabaya menerima keputusan MK dan meminta KPU Kota mengambil tindakan TEGAS kepada oknum PPK yang terbukti nyata tidak netral dengan bersaksi di MK dari salah satu pasangan calon
Putusan MK merupakan preseden buruk penyelenggaraan Pemilukada. Buruk rupa, cermin dibelah. Yang kalah kok gak legawa ya???!
pernyataan sikap "siap kalah siap menang" harus dijunjung tinggi artinya kalo ada pihak yang tidak siap kalah naka hampir dipastikan juga tidak siap untuk menang.....!
Bapak,Ibu,Sdr-i Mbok ya info yang selalu update donk. masak mau baca berita terkini saja ngga pernah ada